Wisata Agro Kampoeng Karet 4

Pada hakikatnya kehidupan masyarakat pedesaan masih memiliki sifat gotong royong yang mendalam, yang membuktikan bahwa kehidupan selalu dibarengi dengan berbagai upaya yang dapat menghasilkan upaya yang dapat menghasilkan bekal, bagi kelangsungan hidup. perkebunan adalah salah satu usaha yang sejak lama dan turun temurun, menjadi bagian mata pencaharian masyarakat di pedesaan, perusahaan negara dan perusahaan swasta. Usaha perkebunan telah membentuk pola hidup masyarakat tidak hanya sekedar mengolah kebun, tetapi apa yang mereka kerjakan dengan tanpa disadari telah membentuk satu daya tarik bagi orang lain yang melihatnya. Misalnya seorang penyadap yang melaksanakan sadapan di kebun dengan mengaplikasikan teknik sadapan yang tertib telah memberikan nuansa tradisi budaya masyarakat yang bagi orang lain menjadi daya tarik.

Bentangan kebun karet yang menghampar luas, telah membentuk nuansa alam. Hijaunya daun dari pohon-pohon karet di lereng bukit telah pula membentuk kehijauan pada lereng-lereng bukit dan menambah keindahan. Ranumnya hasil buah-buahan pada kebun-kebun masyarakat, telah mampu memikat wisatawan untuk dapat menikmati kelezatannya. Semua itu adalah potensi produk pertanian yang mampu memadukan hasil pertanian dan menarik orang untuk berkunjung. Inilah makna pertanian yang dapat membantu pengayaan produk wisata dan menjadi bagian penting dalam diversifikasi produk pariwisata. Perusahaan perkebunan, masyarakat dan hasil garapannya (produksi) merupakan keterpaduan harmonis yang dapat mendorong perkembangan kepariwisataan.

Wisata tidak dapat dipisahkan keberadaannya sebagai sarana rekreasi. Kegiatan rekreasi di tengah-tengah areal perkebunan yang luas akan memberikan kenikmatan tersendiri. Sebagai tempat rekreasi, pengelola agrowisata dapat mengembangkan fasilitas lainnya yang dapat menunjang kebutuhan para wisatawan seperti, restaurant, panggung hiburan, dan yang paling penting adalah tempat penjualan hasil pertanian seperti buah-buahan, bunga, makanan dan lain-lain.

Dengan menyediakan fasilitas penunjang, maka keberadaan agrowisata akan senantiasa berorientasi kepada pelayanan terbaik bagi pengunjung, di samping itu sebagai perpaduan kegiatan rekreasi dengan pemanfaatan hasil pertanian, maka dapat dikembangkan nilai ekonomis agrowisata dengan cara menjual hasil pertanian hortikultura kepada pengunjung dengan berbagai cara. Salah satunya adalah mempersilahkan pengunjung untuk memetik buah atau jenis lainnya sendiri, yang kemudian hasil petikannya ditimbang dan pengunjung dapat membelinya, cara memetik buah atau jenis lainnya memiliki nilai rekreatif yang tinggi dan sekaligus memiliki nilai pendidikan bagi para pengunjung.

Potensi tersebut dapat dilihat di Kampoeng Karet Gunung Lawu Afdeling Karanggadungan yaitu terdapat taman buah naga, strawberi, pepaya, pisang dan lain-lain hingga sayur-mayur antara lain sawi, cabe rawit, tomat, labu siam, kacang panjang, buncis, terong dan timun. Sementara taman bunga diantaranya anggrek, mawar, dahlia, kacapiring dan lain-lain.

Contact: Telp. (0271) 7080384